Tuesday, July 8, 2008


Kisah: Tariq Bin Ziyad
Mendung hitam menggelayut di atas bumi Sepanyol. Eropah sedang dikangkangi oleh penjajah, Raja Gotik yang kejam. Wanita merasa terancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanusiaan. Raja bersukaria dalam kemewahan sedang rakyat merintih dalam kesengsaraan. Sebahagian besar penduduk yang beragama Kristian dan Yahudi, berhijrah ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebih menjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur dan mempunyai toleransi yang tinggi kerana berada di bawah naungan pemerintahan Islam.Satu dari jutaan penghijrah itu adalah Julian, pembesar Ceuta yang puterinya Florinda telah dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Mereka memohon pada Musa bin Nusair, raja muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang zalim itu. Setelah mendapat persetujuan Khalifah, Musa melakukan perisikan ke pantai selatan Sepanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad, pemuda Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000anggota pasukan muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropah.Begitu kapal-kapal yang berisi pasukannya mendarat di Eropah, Tariq mengumpulkan mereka di atas sebuah bukit karang, yang dinamai Jabal Tariq (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Gibraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yangtelah menyeberangkan mereka.Tentu saja perintah ini membuat prajuritnya keheranan. "Kenapa Anda lakukan ini?" tanya mereka. "Bagaimana kita kembali nanti?" tanya yang lain.Namun Tariq tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,"Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid."Keberanian dan perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorangpenyair Persia, untuk menggubahnya dalam sebuah syair berjudul"Piyam-i Mashriq":"Tatkala Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Sepanyol),Perajurit-perajurit mengatakan, tindakannya tidak bijaksana. Bagaimana mereka hendak kembali ke negeri Asal, dan merosakkan peralatan adalah bertentangan dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunus pedangnya, dan menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Allah adalah kampung halaman kita."Kata-kata Tariq itu bagaikan api yang membakar semangat perajurit muslim yang dipimpinnya. Bala tentara muslim yang berjumlah 12.000orang maju melawan tentara Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara.Pasukan Kristian jauh lebih unggul baik dalam jumlah maupun persenjataan. Namun semua itu tak mengecutkan hati pasukan muslim.Tanggal 19 Julai tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu,keduanya berperang di dekat muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini, Tariq dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja Roderick tenggelam di sungai itu. Kemenangan Tariq yang luarbiasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Sepanyol dan semenjak itu mereka tidak berani lagi menghadapi tentara Islam secara terbuka.Tariq membagi pasukannya menjadi empat kelompok,dan menyebarkan mereka ke Cordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersama pasukan utamanya menuju ke Toledo, ibu kota Sepanyol. Semua kota-kota itu menyerah tanpa melawan. Kecepatan gerak dan kehebatan pasukan Tariq berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.Rakyat Sepanyol yang sekian lama tertekan akibat penjajahan bangsa Gotik, mengalu-alukan orang-orang Islam. Selain itu, perilaku Tariq dan orang-orang Islam begitu mulia sehinggamereka disayangi oleh bangsa-bangsa yang ditaklukinya.Salah satu pertempuran paling seru terjadi di Ecija, yang membawa kemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran ini, Musa bin Nusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika ikut bergabung dengannya.Selanjutnya, kedua jenderal itu bergerak maju terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun seluruh dataran Sepanyol jatuh ke tangan Islam. Portugis ditakluki pula beberapa tahun kemudian."Ini merupakan perjuangan utama yang terakhir dan paling terhebat bagi bangsa Arab itu," tulis Phillip K.Hitti, "dan membawa masuknya wilayah Eropah yang paling luas yang belum pernah mereka peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan keberhasilan operasi ke Sepanyol ini telah mendapat tempat yang unik di dalam sejarah peperangan abad pertengahan."Penaklukkan Sepanyol oleh orang-orang Islam mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar diakui. Sikap tidak bertolak ansur dan penganiayaan yang biasa dilakukan orang-orangKristian, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan hati yangluar biasa.Keadilan ditegakkan tanpa memilih bulu, sehingga jika tentara Islam yang melakukan kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang disita. Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat jitu yang dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikannya negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristian dibiarkan memiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komuniti mendapat kesempatan yang sama dalam pelayanan umum.Pemerintahan Islam yang baik dan bijaksana ini memberi kesan luarbiasa. Orang-orang Kristian termasuk pendeta-pendetanya yang pada mulanya meninggalkan rumah mereka dalam keadaan ketakutan, kembali pulang dan menjalani hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulis Kristian terkenal menulis: "Muslim-muslim Arab itu mentadbir kerajaan Cordoba yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan,mereka mengenalkan obor pengetahuan dan peradaban, kecemerlangan dan keistimewaan kepada dunia Barat. Dan saat itu Eropah sedang dalam keadaan kejahilan dan kebodohan yang teruk."Tariq bermaksud menaklukkan seluruh Eropah, tapi Allah menentukan lain. Saat merencanakan penyerbuan ke Eropah, datang panggilan dari Khalifah untuk pergi ke Damascus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Tariq memenuhi panggilan Khalifah dan berusaha tiba seawal mungkin di Damascus. Tak lama kemudian, Tariq wafat di sana. Pemuda Barbar, penakluk Sepanyol, wilayah Islam terbesar diEropah yang selama lapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Allah merahmatinya. Tamat…Bagaimana? Hebat bukan semangat jihad umat Islam zaman dahulu? Bandingkan dengan umat Islam sekarang. Jumlahnya ramai tapi ia umpama buih-buih di lautan, tidak berguna dan mudah diperkotak-katikkan.





No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...